Dumay yang menggila

Ya, dunia maya Indonesia memang sudah Edan! Lebih edan lagi, keedanan ini sudah dianggap tidak edan oleh orang edan yang sudah bener-bener dicuci otaknya dengan keedanan. Bagaimanakah keadaan keedanan di dunia maya Indonesia? Yang kena skizofrenia sudah mencapai 80% dari total pengguna Internet Indonesia sodara-sodara!
Apa, siapa, mengapa, di mana, ke mana, dan bagaimanakah keedanan ini? Mari simak satu-satu!
  1. Apakah keedanan di dunia maya Indonesia itu?
    Penyakit skizofrenia internet yang satu ini adalah penyakit berbahaya yang tidak dapat dihentikan. Berbeda dengan skizofrenia yang biasanya, penyakit ini bersifat menular.
  2. Siapakah yang terkena efek keedanan ini?
    Lebih dari 80% pengguna Internet Indonesia sudah menderita skizofrenia internet. Kebanyakan berasal dari kaum remaja yang berumur 12-19 tahun.
  3. Keedanan ini berasal dari mana sih?
    Tentu saja, Jakarta dan sekitarnya :P
  4. Kemana keedanan ini akan berlanjut?
    Diperkirakan akan muncul di Papua Nugini dengan perantara koteka :v
  5. Bagaimana efek yang disebabkan keedanan ini?
    Gakgaulphobia, Linuxphobia, sesak nafas, dan juga Alayphobia.
Apa saja sih gejala dan efek keedanan dunia maya alias skizofrenia internet?
“Alay”
Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja (yang sudah menular ke orang dewasa) di Indonesia. Alay merupakan singkatan dari “anak layangan”. “Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan. Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan dan selalu berusaha menarik perhatian.
Seseorang yang dikategorikan alay umumnya memiliki perilaku unik dalam hal bahasa dan gaya hidup. Dalam gaya bahasa, terutama bahasa tulis, alay merujuk pada kesenangan remaja menggabungkan huruf besar-huruf kecil, menggabungkan huruf dengan angka dan simbol, atau menyingkat secara berlebihan. Banyak orang normal yang jadi Alay karena awalnya mereka ingin mempelajari arti kata-kata alay, tapi sekarang malah jadi penutur asli bahasa Alay.
Sifat “Write First, Think Later”
Ya, tulis dahulu, pikirkan nanti saja. Ini hampir sama dengan gaya Alay, hanya saja lebih berbahaya. Salah satunya adalah kebiasaan menulis kata kotor sepertiwuanj*nk, b*j*ngan, dj*nc*k, dll. Seseorang akan merasa bahwa dosa di dunia maya terasa lebih ringan daripada dosa di dunia nyata.
Di dunia maya, bila kita menulis kata-kata kotor, kita hanya akan mendapat balasan kata kotor pula, atau mendapat teguran. Lha kalau di dunia nyata? Udah pasti kamu digebuki Ayah Ibu sekeluarga bersama-sama. Eits, kurang lengkap kalau belum diceburin ke kali Ciliwung. Di dunia maya maupun nyata, dosa akan sama saja beratnya, hanya saja terasa lebih ringan! :P
Masalah software legal & pembajakan
Ini adalah masalah yang paling susah ditangani. Orang Indonesia selama 10 tahun ini sudah familiar dengan software illegal. Bukan hanya software, lagu dan film juga ikut dibajak. Pasalnya, orang Indonesia tidak mampu membeli software asli, maka dari itu, banyak yang salah arah ke arah pembajakan.
Yang paling bikin gue ngakak adalah motto dari instansi pendidikan di Indonesia. Katanya sih memajukan IPTEK & IMTAQ. Gimana mungkin motto tersebut terwujud kalau pelajaran ICT/TIK/PTD dari instansi pendidikan tersebut masih memakai komputer berisi Windows bajakan, MS Office bajakan, Game Edukasi bajakan, dll?
Soal OS sih gak apa-apa. Yang paling gue khawatirkan adalah ilmunya, kalau murid belajar ICT/TIK/PTD menggunakan software bajakan, nanti mau jadi apa murid tersebut? Cracker? Kata guru gue sih “gak apa-apa, kan buat pendidikan toh?”. Iya, tapi apakah ilmu yang bermanfaat dan halal bisa kita dapatkan dengan belajar dari software bajakan? Kalau sekolah menggunakan MS Office bajakan, lalu apa gunanya MS Office for Home & Student? Lebih baik kita tidak usah menyertakan ICT/TIK/PTD dalam mapel kalau komputernya pake bajakan!
Sifat Sensitif
Ini adalah yang paling ane benci. Coba deh, sebulan yang lalu, ane pernah gak sengaja membahas soal pembajakan di postingan temen karena diminta. Eh, sewaktu ane komen “taraf hidup bukan alasan untuk melakukan pembajakan”, langsung dijawab “wanj*nk, jadi kita musti bayar 1 juta buat beli Windows? Edan lo, Men!”
Ehem, apakah komen ane berisi kata-kata yang menyinggung? Tentu saja tidak! Sifat sensitif ini adalah turunan dari Alay, dan lebih berbahaya dari WFTL. (Write First Think Later)
Menipisnya keagamaan
Iya, kalau kita lagi OL di Facebook misalnya, jarang banget ada status temen yang isinya “Allahuma bariklana, dst…” atau “Alhamdulillah! Aku lulus SMA!” atau “Terimakasih Ya Allah!”. Ini menandakan bahwa sifat keagamaan kurang berarti di dunia maya. Inilah penyebab mengapa banyak orang yang mudah dipengaruhi dan sifatnya langsung berubah seketika setelah jadi netter alias orang yang maniak internet.
Munculnya aliran Gak Jelas alias Gaje
No Comment, Bro!
Nah, dari semua gejala dan efek di atas, udah tahu kan betapa mengerikannya keedanan di dunia maya Indonesia? Skizofrenia Internet memang merupakan penyakit menular, menular lewat sifat gengsi dan “gakgaulphobia”.
Marilah kita bangunkan negeri ini dari tidur lelapnya agar dunia maya Indonesia bisa kembali berjaya!
Salam Garuda!
Previous
Next Post »
Terima kasih sudah berkomentar, semoga akan dihitung sebagai amal kebaikan ketika hisab di hari akhir nanti. Apasih. Terserah, tapi sempetin komeng ya kalau bisa :)
© 2015 Lalank Pattrya Mahera. Design by Kiki Dee