16 Keutamaan Hari Jumat dalam Islam

1) Hari Jumat sebagai hari terbaik dan bersejarah
Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: Hari terbaik terbitnya matahari adalah pada hari jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu tersebut dia dikeluarkan dari surga” (HR. Muslim: no: 854)
Pada hari itu terdapat lima peristiwa: Pada hari Jum’at Nabi Adam diciptakan, diturunkan ke bumi serta diwafatkan. Pada hari itu terdapat waktu yang hanya sesaat, dan barangsiapa pada saat itu berdoa kepada Allah niscaya doanya akan dikabulkan selama tidak meminta sesuatu yang diharamkan dan tidak akan terjadi kiamat melainkan pada hari Jum’at. Pada hari itu tidaklah malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung dan lautan, melainkan semuanya merindukan datangnya hari Jum’at” (HR. Ibnu Majah)

2) adalah hari raya/ hari besar yang berulang
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya hari Jum’at adalah ‘ied (hari raya),maka jangan jadikan hari raya kalian untuk berpuasa, kecuali bila kalian puasa sebelum dan sesudahnya”. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 15/157, hadits 8012,
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya hari ini adalah hari raya, Allah menjadikannya istimewa bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang akan mendatangi shalat jum’at maka hendaklah dia mandi”. (bnu Majah no: 1098)
syech Ahmad Syakir mengatakan: sanadnya shahih.Rasulpun menyebutnya dengan khairul yaum, sebaik-baik hari afdhalul ayyam, hari yang paling utama, atau sayyidul ayyam, hari yang paling mulia, bahkan kistimewaan hari Jum’at melebihi istimewanya hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

3) bertepatan dengan hari bertambahnya kenikmatan di sorga
hari saat seluruh penghuni sorga dikumpulkan di Lembah yang luas, dan dibuatkan bagi mereka mimbar-mimbar dari mutiara, emas, dan mimbar dari zamrud, dan permata diatas bukit pasir dari kasturi mereka lalu melihat Allah Subhanahu Wata’ala, dengan mata kepala mereka (nyata).. Dan orang yang paling cepat bertemu dengan Allah adalah mereka yang dulu juga bersegera datang ke masjid, yang paling dekat dengan Allah pada hari itu, adalah mereka yang dulu paling dekat (duduknya) dengan imam (pada hari Jum’at). (Zaadul Ma’aad 1/ 63,64).
Dalam sebuah hadist panjang yang diriwayatkan oleh Anas, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ” ¡¦tidak ada kerinduan yang dirasakan oleh penduduk sorga melebihi kerinduan mereka kepada hari Jum’at, agar mereka dapat melihat Tuhannya Subhanahu Wata’ala, dan kemulian-Nya. Karena itu, hari itu disebut “yaumul mazid”. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan yang lainnya, lihat shahih at-targhib wa at-tarhiib (1/291)
hadits 694.

4) hari Jumat doa kita lebih Mustajabah
sebagaimana diisyaratkan Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhhiyallahu a’nhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim mendapatkannya dan dia dalam keadaan berdiri shalat dia meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan dia menunjukkan dengan tangannya bahwa saat tersebut sangat sedikit. ( HR. Muslim no: 852 dan Al-Bukhari no: 5294)

5) dosa-dosa kecil kita diampuni pada hari Jumat
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : Sholat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan Romadhon ke Romadhon, adalah penghapus dosa antara satu dan lainnya selama dijauhi dosa-dosa besar. (HR Muslim dan lainnya)

6) Membaca surat {aliflamim tanzil /surat As-sajdah}dan{hal ata ‘alal insan /surat Al-insan), pada shalat subuh hari Jumat.
Rasullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah melakukan hal tersebut {HR. Bukhori {891} dan Muslim{879}},
Ibnu Taimiyah memberikan alasannya dengan mengatakan :
“Sesungguhnya Rasullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca surat ini pada shalat shubuh hari Jumat karena di dalamnya terkandung penjelasan peristiwa yang telah
terjadi dan akan terjadi pada hari itu, kedua surat ini mengandung penjelasan tentang peciptaan Adam, tentang hari kebangkitan dan hari dikumpulkannya manusia di padang mahsyar yang semua itu terjadi pada hari jumat, membaca kedua surat ini pada hari Jumat dapat mengingatkan manusia akan peristiwa yang telah terjadi dan akan terjadi, sedangkan sujud tilawah pada shalat ini hanya sebagai ikutan bukan dimaksudkan sejak awal.

7) Disunnahkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada siang dan malam harinya.
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dari Anas:
“Perbanyaklah shalawat pada hari Jum’at dan malam Jum’at.” (HR Baihaqi dari Anas/1407).
Dan dari Aus Radhiallahu ‘anhu dia mengatakan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda:
“Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum’at: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan,pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”,
para shahabat bertanya: “wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau menjawab: “sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan) jasad para Nabi”. (HR, “al-Khamsah” kecuali At-Tirmidzi, syech Al-bani mengatakan: sanadnya sahih, kitab: “fadhlu ashalatu ‘ala an-Nabi”, hal 35)

8) Disunnahkan membaca surat Kahfi pada hari Jum’at dan malamnya.
Dari Abu Sai’id Al-Khudry, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at maka dia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at” (HR. An-Nasai, al-Baihaqi, dan Hakim, serta disahihkan oleh al-Albani dalam kitab As-shahihah”, 2651).
Dalam riwayatnya yang lain:
“Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at,akan muncul cahaya dari bawah kakinya menjulang sampai ke langit yang meneranginya pada hari Kiamat, dan dia akan diampuni antara dua Jum’at” (HR. al-Hakim, al-Baihaqi)
Dan ibnu Qayyim Rahimahullah
“Orang yang membaca surat kahfi pada malam Jum’at dia akan diliputi cahaya antara dia dan baitullah.” {Disahihkan oleh syekh al-Albany dalam kitab “shahihul jami’ (6471)}.

9) Boleh shalat pada tengah hari (saat matahari tepat diatas kepala) di hari Jum’at dan tidak boleh pada hari-hari lainnya.

10) Perbuatan baik yang dilakukan pada hari itu mendapat balasan khusus, dibandingkan hari-hari yang lainnya.
Dari Abu Sa’id al-Khudry ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Lima perbuatan (amal), bila dilakukan oleh seseorang dalam suatu hari, Allah Subhanahu Wata’ala akan menulisnya sebagai penghuni sorga: menjenguk orang sakit, melayat jenazah, berpuasa satu hari, menunaikan shalat Jum’at, dan kemerdekakan budak”. (HR, Ibnu Hibban dalam shahihnya, 713, dan dishahihkan oleh
al-Albany dalam kitab “Silsilatu Al-Ahadits As-Shahihah”
(As-shahihah)Ibnu Qayyim mengatakan, “ hari Jum’at adalah hari yang disunnahkan padanya meluangkan waktu untuk beribadah, ia mempunyai keistimewaan dibandingkan hari-hari yang lainnya dengan berbagai macam ibadah yang wajib maupun yang sunnah, Allah Subhanahu Wata’ala telah menjadikan bagi setiap millah (agama) satu hari khusus untuk beribadah, dengan mengeyampingkan urusan duniawi,sedang hari Jum’at adalah hari ibadah, ia dibandingkan hari-hari yang lainnya seperti bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya dan didalamnya terdapat saat dikabulkannya semua permohonan, bagai malam lailatur qadar, karena itu orang yang benar Jum’atnya dan selamat, maka akan selamat hari-harinya, orang yang benar ramadhannya dan selamat, maka akan selamat tahun-tahun yang dilaluinya, orang yang benar ibadah hajinya dan selamat, maka akan selamat sisa-sisa umurnya. Hari Jum’at merupakan barometer mingguan, Ramadhan barometer tahunan, dan ibadah haji adalah barometer kehidupan¡¦” (Zaadul Ma’ad 1/398).


11) Pada hari itu akan terjadi hari kiamat, alam semesta akan digulung dan dunia akan hancur, manusia akan dibangkitkan, dan digiring ketempat mereka di sorga atau neraka, pada hari ini seluruh makhluk merasa takut kecuali manusia dan jin.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sebaik-baik hari selama matahari masih terbit adalah hari Jum’at, pada hari itu Adam diciptakan, diturunkan ke bumi, pada hari itu tobatnya diterima, dan pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu kiamat akan terjadi, tidak ada satu-pun makhluk melata di muka bumi kecuali bersuara pada hari Jum’at dari mulai subuh sampai terbitnya matahari mereka takut (was-was) akan terjadinya kiamat, kecuali manusia dan jin. (HR. Abu Daud 1046, At-Tirmidzi 491, An-Nasa’i 1430)

12) Orang yang berjalan untuk sholat Jum’at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasanya.
“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

13). Delapan Neraka dinyalakan setiap hari, kecuali hari Jum’at, sebagai penghormatan terhadap hari ini. (Zadul Ma’ad: 1/387).

14). Wafat pada malam hari Jum’at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.
“Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

15). Hari Jum’at merupakan hari “As-Syahid”
Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. (QS. Al-Buruuj (85):1-3)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Al-yaumul mau’ud adalah hari kiamat, al-yaumul mayshuud adalah hari ‘arafah dan As-Syahid adalah hari Jum’at. (HR At-Tirmidzi 3336 dalam kitab at-Tafsir,

16) Shalat Jum’at
Ibnu al-Qayyim mengatakan: “Keistimewaan yang ketiga adalah: shalat Jum’at, salah
satu kewajiban yang amat penting dalam Islam dan merupakan salah satu momen besar berkumpulnya kaum muslimin, lebih besar dari momen-momen yang lainnya kecuali momen ‘Arafah. Orang yang meninggalkannya karena menganggap enteng dan malas-malasan, Allah akan mencap dan menutup hatinya, dan dekatnya penghuni sorga pada hari kiamat dari Allah Subhanahu Wata’ala,dan kemenangan mereka untuk datang pada yaumul mazid tergantung kepada dekatnya orang tersebut pada hari Jum’at dari Imam serta kesegeraan datangnya ke masjid.” (zaadul ma’ad 1/376)


sumber
Previous
Next Post »
Terima kasih sudah berkomentar, semoga akan dihitung sebagai amal kebaikan ketika hisab di hari akhir nanti. Apasih. Terserah, tapi sempetin komeng ya kalau bisa :)
© 2015 Lalank Pattrya Mahera. Design by Kiki Dee