New Year's from Kota Gudeg

Happy new year gays..

Malam tahun baru gue di jogja, dan ternyata sejak sore kota gudeg ini diguyur hujan tanpa henti.
Gue sama temen gak mau ambil pusing di kamar, gue ambil gitar dan tara... alhasil cuma ditemenin sama gitar aja..

Tepat jam 10 malam hujan masih lumayan deras, rencana jalan-jalan keliling jogja terpaksa gak bisa gue realisasikan. Gue cuma bisa merenung malam ini, ada yang berbeda dari malam-malam tahun baru sebelumnya sekarang gue yah, lumayan jauh dari ortu. Ortu gue termasuk orang yang paling,paling, pualing perhatian sama gue, apalagi bokap gue.. yah, maklum mungkin mereka gka mau terjadi apa-apa sama gue disini.

Sekitar jam 11.30 malam hujan sudah mulai reda, gue di ajak temen keluar tujuannya sih yah mungkin kalau ke alun-alun padat, jadi gue sama temen ke salah satu bukit yang lumayan tinggi disini. Dari atas bukit ini terlihat suasana kota jogja di malam hari dan ternyata setelah sampai sana orang-orang sudah berkumpul merayakan tahun baru. Gue lihat jam ternyata sudah jam 12 lebih, yah enggak papa lah, alhasil gue masih bisa menikmati malam tahun baruan...

Suasana di bukit malam itu cukup sesak, walaupun jalanan becek dan masih hujan gerimis tetapi tidak menyurutkan antusias warga dan juga anak-anak muda buat ngerayain tahun baruan. Kota jogja cuma terlihat lampu-lampu dari atas bukit ini. Sekitar jam-jam 1 gue sama temen cabut ke asrama temen, eh ternyata sampai sana temen gue malah keluar, yah kami pun balik coba ke alun-alun aja.

Ditengah perjalanan gue sadari ada yang kurang dalam hidup gue, gue merasa sendirian. Gue gak tau apa yang kurang itu, sewaktu naik motor sama temen gue menikmati malam di jogja udara malam berhembus semakin dingin, nglewatin beberapa gang gelap sementara beberapa orang mungkin sedang tertidur. Baru gue sadari gue selama ini kurang bersyukur, gue ngerasa banyak salah. Selama ini gue gak ngelihat dan kurang memperhatikan orang-orang dibawah gue. Banyak rezeki yang sudah tuhan berikan sama gue, salah satunya orang tua yang perhatian penuh kasih sayang. Walaupun gue belum punya pendamping gue, gak ngerasa menyesal atau sedih, gue cuma berkata dalam hati "mungkin belum waktunya lan". Ok well, gue berharap di tahun baru ini gue bisa lebih baik dari sebelumnya, gue mesti banyak bersyukur atas setiap nikmat yang sudah diberikan.

Wajah jomblo gue di malam tahun baru:

wajah jomblo di akhir taun bisa dipastikan begini
Wajah absurd temen gue nunggu hujan reda :)

Previous
Next Post »
Terima kasih sudah berkomentar, semoga akan dihitung sebagai amal kebaikan ketika hisab di hari akhir nanti. Apasih. Terserah, tapi sempetin komeng ya kalau bisa :)
© 2015 Lalank Pattrya Mahera. Design by Kiki Dee