Ngadas Bercerita: Tim Merah (UMengajar), Behind the Scene

Oke, gimana kabar kalian mblo? Semoga masih sehat-sehat aja.
Akhir-akhir ini emang gue sibuk, sibuk kuliah dan lain lain sampe-sampe gue juga LDR-an sama si ini nih:


Napa? gak terima dia sama gue?
Kita berdua emanng gak beda-beda jauh sih.. maudy kuliah di UK gue kuliah di UM..noh, gak beda jauh kan :3
Sudahlah abaikan, kali ini gue mau cerita gimana sih, kejadian-kejadian aneh, hal-hal tak lazim (bagi sebagian orang) yang ada dibalik cerita Tim Merah, Volunteer UMengajar Batch 1. FYI, UMengajar kemaren baru ngadain seleksi Volunteer yang pertama, dari beberapa ratus peserta yang telah mendaftar secara online kemudian diseleksi lagi menjadi 60 orang.

Kemudian 60 orang tersebut dibagi menjadi 4 Tim, yaitu Tim Merah, Tim Kuning, Tim Hijau, dan Tim Biru. Setiap Tim akan mengabdi di dua desa di daerah Malang timur, yang pertama di Ds Ngadas, dan yang satu lagi Ds. Ngadirejo, Tumpang, Malang. Untuk pengabdian pertama yaitu di Ds. Ngadas (daerah dataran tinggi tengger, Bromo) kemudian di Ds. Ngadirejo Kec. Tumpang. 

Tim Merah sebagai tim pembuka pertama kali sempat mengalami kendala ketika akan berangkat, keberangkatan yang dijadualkan pada hari juma't sore harus ditunda dikarenakan cuaca waktu itu hujan cukup deras di Kota Malang. Dengan terpaksa Tim Merah harus berangkat pada sabtu paginya, tepat pukul 05 a.m temen-temen dari Tim Merah udah pada kumpul di kampus UM, walaupun ada beberapa volunteer dari tim merah sendiri yang berhalangan tetapi tidak menciutkan kami.

Pada malam sebelumnya sengaja gue gak tidur, takutnya gabis bangun pagi buta, biasa...orang cakep kan bangunnya siangan YEAY.! :D Sampe setelah subuh gue sms temen buat siap-siap kumpul terus berangkat deh. Dengan mandi gaya baru (baca: cuci muka doang) langsung gue masukin beberapa peralatan penting, seperti sarung, handphone, charger dan kabel oloran (entah ini bahasa indonesianya apa).


Langsung cuss berangkat ke Ds. Ngadas, cuaca pagi itu cukup cerah banget. Setelah perjalanan mulus tiba ke jalan yang sesungguhnya, jalan berbatu menanjak dan curam. Banyak hal-hal seru, salah satunya gue sama rombongan yang tertinggal di belakang berempat, motor ngebul seperti mau kebakar, jalan kaki menanjak akibat dari motor yang gak kuat naek, dan beberapa aktivitas semi militer lainnya seperti gendong ransel peralatan makan, tidur yang super buerat. xD

Setelah sampai sekitar jam 07.00 pagi cuaca disana cukup dingin, kabut masih sedikit menyelimuti:
trucus..trucus..dingin banget disini
Kami disana nginep di balai desa, FYI, di balai desa itu gak ada lampunya so kalau malam gelap (yaeyalah).

Pak Bos (kak Andree) dalam wujud sebenarnya

berasa vokalis, makan ah...

Syudah kuracuni mie ini xD.... (seperti dalam fTV)

Ini foto-foto di depan balai desa tempat nginep :)








Ini pas malemnya, makan malam ala eropa, "Candy light dinner" dengan menu Spagethi rasa soto sapi :
Ecieeeeeee :p HUSSSSSSH ! Dosa ngomongin orang. Pelayannya minta disuapin juga tuh. 

Habis maem minum dulu, bersulaaaaaaang *ting :)
Eaaaaaaaak. (Percayalah adegan ini bayaran)

Habis makan malam, dengan suasana gelap di terangin beberapa lilin yang tersisa di meja makan, kami melakukan evaluasi kecil-kecilan, setelah memberikan komentar-komentar semuanya, ada beberapa kekurangan yang perlu di perbaiki lagi untuk Tim yang lain kedepannya. Sempet terharu sama semangat Tim Merah, jadinya gini nih:

Ini ngapain? Entahlah

Itu tadi, berbagai cerita dibalik semangat Tim Merah yang udah melakukan tugasnya dengan baik. Semoga kedepan Tim selanjutnya dapat lebih baik lagi.

Memikirkan pendidikan adalah menyiapkan masa depan. ~Anies Baswedan.

#UMengajar! "Bangga mendidik, mengabdi dan menginspirasi anak bangsa"





Previous
Next Post »
Terima kasih sudah berkomentar, semoga akan dihitung sebagai amal kebaikan ketika hisab di hari akhir nanti. Apasih. Terserah, tapi sempetin komeng ya kalau bisa :)
© 2015 Lalank Pattrya Mahera. Design by Kiki Dee