Tentang Bersepeda



Di negara-negara maju seperti Jepang, Korea, China kita mungkin tidak asing lagi melihat pemandangan pekerja kantoran, pelajar hingga mahasiswa bersepeda setiap harinya. Tapi bagaimana di negara kita sendiri? Jarang, iya jarang. Jarang banget gue nemuin orang yang beraktifitas dengan bersepeda, pacaran bersepeda, ngupil sambil bersepeda, atau jemput calon mantan mantan-mantannya gebetan pake sepeda.

Memang, memang, memang ya...bukan tidak ada yang melakukan aktifitas dengan bersepeda, masih banyak juga kok orang-orang Indo yang besepeda, mungkin mereka yang gemar berolahraga, aktifis lingkungah hidup, atau memang hobby aja besepeda. Tapi kalau dikalkulasi secara perbandingan antara orang yang besepeda dengan orang yang tidak besepeda tentunya lebih banyak orang Indonesia yang tidak bersepeda.

Apalagi sekarang malah ada program mobil murah dari pemerintah denger-denger kalau gak salah sih. Nah kebayang gak tuh, orang-orang pada beli mobil, yang mahal aja di beli apalagi mobil murah, serbuuu..kaya gak tau sifat orang kita aja. Memang sih, beberapa hal memang yang buat orang Indonesia males naik angkutan umum. Alesan yang pertama pasti masalah kenyamanan, keamanan, dan ke efektifan, angkutan umum di negara kita ini masih jauh sekali dari kata-kata nyaman, aman dan efektif.

Setelah gue merenung ternyata ada beberapa alesan kenapa orang Indonesia itu jarang yang melakukan aktifitas sehari-hari dengan bersepeda. Kalau menurut gue, ini opini murni dari gue mengapa orang kita jarang yang bersepeda itu lebih ke arah kita sebagai negara topis.
Di negara topis dengan suhu yang begitu panas, contoh aja di tempat gue, di Malang yang katanya orang sebagai kota yang dingin, tapi sekarang semua telah berubah setelah negara api menyerang sekarang. Malang sudah gak sejuk lagi, panas, macet, debu, asap, dll.

Lalu apa hubungannya negara topis dengan tidak banyak penduduknya yang bersepeda? Tentu saja ada, di negara tropis yang panas kita melakukan aktifitas diluar ruangan sedikit saja sudah berkeringat, bukan begitu? Terus bisa bayangin gak kalau pegawai kantoran berangkat ke kantor dengan sepeda, dengan ditambah suasana yang macet, debu, asap pas sampek kantor keringeten, basah ketek (basket) masa iya sebelum berangkat mandi, sampai di kantor basket terus mandi lagi? Kurang efektifkan? Belum lagi rasa capek kalau jarak antara rumah sama kantornya lumayan jauh.

Nah, beda sama diluar negeri kaya di Jepang, Amrik, Jerman yang notabene disana sebagai negara dingin bukan negara tropis. Mereka nyaman bersepeda mengapa? selain memang pola fikir mereka yang maju juga mereka bersepeda sebagai upaya mencari "keringat", jadi mereka bersepeda ketika pergi ke kantor itu merasa enjoy aja, gak kepanasan kaya di negara kita. Ketika mereka bersepeda mereka asyik aja, pas udah nyampe juga mereka gak harus "dleweran" keringat karena apa? yaitu tadi negera mereka bukan negara TROPIS. Gitu.

Oke, itu tadi opini gue tentang mengapa orang indonesia "tidak suka" bersepeda dan lebih memilih naik kendaraan bermotor. Tentunya yang namanya opini itu bisa aja bener, bisa juga salah, tergantung dari perspektif mana kalian menilai. Kalau menurut kalian sendiri, mengapa sih orang Indonesia jarang yang bersepeda? Setelah baca opini gue diatas, kira-kira kalian setuju gak? atau punya opini lain?

Yuk, coret-coret di kotak komengtar :)


Previous
Next Post »
Terima kasih sudah berkomentar, semoga akan dihitung sebagai amal kebaikan ketika hisab di hari akhir nanti. Apasih. Terserah, tapi sempetin komeng ya kalau bisa :)
© 2015 Lalank Pattrya Mahera. Design by Kiki Dee